Kehangatan menyelimuti Posyandu Mawar di Dusun Kalencabang, Desa Kalentambo, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Kamis (16/07/2026) lalu. Di tengah kesibukan melayani warga, hadirnya Serka Imam Santosa, Babinsa dari Koramil 0511/Pusakanagara, memberikan warna tersendiri. Ia hadir bukan sekadar memantau, melainkan sebagai wujud nyata pembinaan ketahanan wilayah yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama para ibu dan balita.
Bersama Kepala Puskesmas Pusakanagara, dr. Ade Wawan, para kader Posyandu yang bersemangat, ibu hamil yang penuh harap, serta ibu-ibu dengan balita mungil kesayangannya, Serka Imam Santosa larut dalam dialog dan pemantauan. Kehadirannya adalah bukti kuat komitmen TNI Angkatan Darat untuk tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga merawat kesehatan warganya. Ini adalah tentang membangun fondasi kuat bagi generasi masa depan, mencegah stunting sejak dini, dan mempererat kolaborasi antar berbagai pihak.
Serka Imam Santosa tak sekadar hadir, ia aktif terjun langsung. Ia memantau alur pelayanan kesehatan, berdiskusi hangat dengan para tenaga medis dan kader Posyandu, serta tak lupa memberikan suntikan semangat. Ia mengajak para orang tua untuk menjadikan Posyandu sebagai sahabat terdekat dalam memantau tumbuh kembang buah hati mereka, sebuah langkah kecil namun krusial untuk masa depan yang lebih cerah.
Kepala Desa Kalentambo, Endy Sonjaya, S.E., tak bisa menyembunyikan rasa apresiasinya. Baginya, kehadiran Babinsa di setiap kegiatan kemasyarakatan adalah anugerah. “Kami sangat mengapresiasi keterlibatan Babinsa dalam setiap kegiatan Posyandu. Kehadirannya memberikan semangat bagi masyarakat dan menjadi bukti bahwa TNI selalu hadir mendukung program kesehatan demi menciptakan generasi yang sehat dan bebas stunting, ” ujar Endy Sonjaya.
Serka Imam Santosa sendiri menegaskan bahwa pendampingan ini adalah bagian tak terpisahkan dari tugas pembinaan teritorialnya. “Kami siap bersinergi dengan pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pelayanan kesehatan. Pencegahan stunting harus dilakukan bersama melalui kepedulian dan pendampingan yang berkesinambungan, ” ungkap Serka Imam Santosa.
Senada dengan itu, Danramil 0511/Pusakanagara, Kapten Inf. Herry Arfiantono, menekankan peran vital Babinsa dalam menyukseskan program pemerintah di wilayah binaannya. “Kehadiran Babinsa di tengah kegiatan Posyandu merupakan bentuk nyata kepedulian TNI AD terhadap kesehatan masyarakat. Kami akan terus mendorong Babinsa untuk aktif bersinergi dalam setiap program yang berdampak langsung bagi kesejahteraan warga, ” tegasnya.
Dukungan yang sama juga datang dari Komandan Kodim 0605/Subang, Letkol Czi Asep Saepudin, S.E. Beliau melihat pendampingan Babinsa di Posyandu sebagai implementasi pembinaan teritorial yang berfokus pada kebutuhan riil masyarakat. “Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan tenaga kesehatan menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, ” katanya.
Komandan Korem 063/Sunan Gunung Jati, Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, S.I.P., M.I.P., M.Han., menambahkan pentingnya penguatan peran aparat kewilayahan. “TNI melalui aparat kewilayahan akan terus hadir mendukung program-program pemerintah, termasuk di bidang kesehatan. Kolaborasi yang baik akan melahirkan masyarakat yang sehat, tangguh, dan memiliki ketahanan wilayah yang kuat, ” ujarnya.
Pangdam III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M., menutup dengan penegasan komitmen TNI AD dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia. “TNI AD akan selalu hadir bersama rakyat. Dukungan terhadap pelayanan kesehatan, termasuk upaya percepatan penurunan angka stunting, merupakan bagian dari pengabdian kami dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berkualitas menuju Indonesia Maju, ” pungkas Pangdam III/Siliwangi. (Penmil Pusaka)

Admin